Thursday, April 18, 2019

Siapakah "The Next President" Republik Indonesia?" #Pilpres2019 #SayNoToGolput


             Haiiiii Sigmainers, apa kabar? Sehat semua kan, iyalah sehat, kemarin baru ajanih ada hari yang penting buat masyarkat Indonesia. Nah kalian pada tau gak itu hari apa? Hari Rabu!!! Yaelah kalo itu gue juga tau. Bukan yang itu. Ini nih Sigmainers buat kalian yang belum tau, kemarin tuh adalah hari pemilihan Presiden untuk periode 2019-2024. Yang gak tau nih pastinya yang gak ngurus formulir A5 kan yahh wkwkwk.
Eh ngomong-ngomong formulir A5 nih, Sigmainers pada tau gak formulir A5 itu apa? Kalau belum tau gue kasi tau nih, formulir A5 merupakan salah satu syarat bagi pemilih yang akan menggunakan hak pilih di TPS yang berbeda dari TPS asal sesuai alamat e-ktp atau lokasi tempat ia terdaftar sebagai pemilih. Nah karena kebanyakan dari Sigmainers yang kuliah di STT-PLN merupakan perantau, maka wajib hukumunya kalian menggunakan formulir A5 ini untuk dapat berpartisipasi di pesta demokrasi tahun ini. Tapi sayangnya pengurusan untuk formulir A5 ini sudah ditutup sejak tanggal 10 April nih Sigmainers. Jadi buat kalian yang gak bisa pulang ke kampung halaman untuk nyoblos, yah sabar aja dan berharap Presiden dan Calon presiden harapan kalian bisa menang walaupun tanpa kontribusi kalian hahaha. Dan juga kalau menurut gue sendiri nih golput juga bukan hal yang salah. Mungkin kalian belum merasa pantas untuk memilih orang yang akan memimpin Indonesia 5 tahun ke depan, mungkin kalian tidak punya waktu untuk menonton 5 episode debat capres dan cawapres sehingga kalian merasa tidak punya alasan akan memilih siapa di hari esok. Mau kalian golput atau pun ikut menggunakan suara kalian untuk Indonesia 5 tahun ke depan, itu tergantung dari diri kalian masing-masing Sigmainers, dan ingat ikut dalam proses pemilihan bukan merupakan kewajiban tapi adalah hak. Jadi jangan paksakan diri kalian untuk tetap memilih hanya karena akan merasa bersalah jika menjadi kalangan golput.                      






Dengan gue bilang seperti itu ke kalian bukan berarti golput merupakan jalan yang terbaik. Hanya saja kita harus tetap saling menghargai atas pendapat orang yang memang merasa golput adalah pilihan mereka, mereka pasti punya alasan tersendiri akan itu. Kalau kalian adalah salah seorang di kalangan golput yang merasa belum pantas untuk ikut serta kedalam pesta demokrasi ini, maka pantaskanlah diri kalian untuk pemilihan selanjutnya. Tidak sempat menyaksikan 5 episode debat capres dan cawapres tahun ini sebagai referensi, maka sempatkanlah agar dapat memilih yang terbaik di pemilihan selanjutnya. Masa nonton drama korea yang lebih dari 10 episode sanggup, debat capres dan cawapres yang hanya 5 episode yang akan menentukan Indonesia 5 tahun kedepan dilewatkan hehehe. Dan sadarkah kalian Sigmainers ada bahayanya loh jika kalian ternyata golput. Bisa dibayangkan jika misalnya ada satu orang saja yang melakukan golput berarti aka nada satu surat suara yang tidak terpakai. Nah surat suara kosong tersebut bisa disalahgunakan tuh. Bahaya banget kan. Itu kalau satu bagaimana kalau 10, 100 atau bahkan mencapai ribuan. Jangan sampai lah kalian menjadi penyumbang surat suara kosong tersebut yah Sigmainers.
Nah Sigmainers biasanya setah nyoblos pasti bakal rame banget di sosial media dengan postingan jari yang ada tintanya. Ada yang satu jari penuh, ada yang setengah jari, ada yang nutupin kuku, ada yang cuma setitik gara-gara nggak mau kukunya rusak, ada yang, ah banyak deh macemnya. Kalian tau gak kenapa jari harus dicelupin ke tinta setelah nyoblos? Alasannya adalah buat keamanan. Selain nunjukkin kalau kamu udah berpartisipasi dalam menggunakan hak suaramu, tinta juga buat mencegah adanya double voting atau milih dua kali, yang mengakibatkan terjadinya kecurangan. Karena prinsipnyakan satu identitas buat satu suara. Tinta ini juga nggak bisa hilang dalam jangka waktu tertentu. Ada yang satu hari, ada yang tiga hari, atau ada juga yang seminggu. Metode seperti ini sebenarnya bukan hanya dilakukan di Indonesia loh Sigmainers, pencetus pertama hal ini pun awalnya dilakukan di India. Di pemilu demokratis pertamanya, India berhadapan dengan masalah serius dimana adanya pencurian identitas. Jadi, buat mencegah satu orang memilih dua kali, maka di pemilu ke-tiganya, India menerapkan penandaan tinta di jari. Untuk di Indonesia sendiri hal ini mulai dilakukan pada pemilu di tahun 1955.

Gini nih warna tintanya sigmainers! Kamu merhatiin gak kemarin?

Fungsi celup tinta ini termasuk luar biasa penting loh, Sigaminers. Makanya penggunaannya nggak bisa sembarangan. Ada prosedurnya. Pertama, jenis tinta harus terbuat dari ‘Silver Nitrate’. Bahan kimia itulah yang bikin tinta bisa tahan minimal satu hari. Kedua, botol tinta mesti dikocok dulu sebelum dipakai. Ketiga, jari mesti dicelupin sampai kena kuku buat membentuk sidik jari yang bisa awet sampai tiga hari. Kalau di Indonesia, tinta pemilu yang dipakai juga harus dapet sertifikasi halal dari MUI biar gak ganggu syarat ibadah umat Islam. Terus, emangnya mesti banget jari kelingking? Kalau gue maunya jempol, gimana? Enggak wajib kok. Sebetulnya kamu boleh aja mau celupin jari manapun yang kamu mau. Tapi lazimnya memang jari kelingking. Kalau kamu kebiasaan ngupil pake jari kelingking terus mau yang dicelup jari telunjuk ya nggak apa-apa. Tapi kalau jempol nggak sayang tuh pas ngetik di handphone? Wkwkwkwk
Hmmmm itu dulu yah ngobrol-ngobrol kita bahas tentang pilpres besok. Jangan lupa yah Sigmainers datang ke TPS, coblos pilihan kalian dan terakhir celupkan jari kalian ke tinta hehehe. Ohiya Sigmainers kalian mau tambah eksis abis nyoblos ? Bisa banget tuh kalian posting di foto jari kelingking kalian di snapgram dan jangan lupa tag Instagram kita di @sigmaradiojkt dan tunggu bakal kita repost hihihihiwww

Written by @whereistheicetea_ aka Arinil
Pict by Google