Sunday, June 21, 2015

DIRGANTARA VI SUTAN BATARA STT-PLN

Beberapa hari yang lalu baru saja diadakan acara DIRGANTARA VI SUTAN BATARA (Dirgahayu Himpunan Mahasiswa Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara yang ke 6) di Auditorium Lt 12 STTPLN. SUTAN BATARA merupakan salah satu Himpunan Mahasiswa Daerah yang ada di kampus STTPLN.
Acara yang diadakan ini berupa pagelaran budaya dalam bentuk teatrikal BADIK (Budaya Dalam Keanekaragaman Etnik Sulawesi). FYI sigmainers, Badik sendiri adalah senjata tradisional yang berasal dari Sulawesi Selatan.



Pembukaan Acara oleh dosen pembina

Dengan mengusung tema Badik, pastinya acara ini tidak lepas dari unsur budaya. Buktinya dalam acara ini ada beberapa tarian tarian dari sulawesi yang ditampilkan untuk menghibur pengujung acara ini.
Diawal pembukaan DIRGANTARA VI ditampilkan, Tari Paduppa yaitu tarian yang biasanya ditampilkan sebagai tarian pembuka atau tarian penyambut diberbagai acara di sulawesi selatan. Tarian ini bermakna bahwa jamuan orang sulawesi sebagai tanda syukur dan hormat terhadap tamu undangan.
Setelah menyambut tamu dengan Tari Paduppa, ada juga Tari Kreasi 1, Tari Kreasi 3, Tari Toraja, dan Tari 4 Etnis yang dimana melambangkan kebesaran etnik yangada di Sulawesi Selatan, yakni Suku Bugis, Suku Makassar, Suku Toraja, dan Suku Mandar.





Selain Tarian itu, ada juga tarian spesial dalam acara ini, yaitu Tari Ganrang Bulo (Tari Gendang Bambu). Tarian ini merupakan tarian yang menggabungkan unsur dialog nan kocak dan tarian ini biasa di pentaskan dalam acara perhelatan besar baik di Makassar, Nasional bahkan International.
Dalam acara ini tak hanya Tarian yang ditampilkan, namun ada juga hiburan Lagu Daerah yang mewakili seluruh provinsi yang ada di Pulau Sulawesi. Salah satunya lagu dari Gorontalo (Sipatokaan).


Puncak dari acara Dirgantara VI Sutan Batar ini merupakan penampilan dari Drama Teatrikal “Sawerigading”. Drama ini merupakan kisah dari Sulawesi Selatan yang menceritakan sepasang anak kembar yang bernama Sawerigading dan Tenri Abeng yang dipisahkan dari roh bulan dan matahari sejak lahir. Hingga tumbuh dewasa akhirnya mereka berdua bertemu dan saling mencintai.


Penampilan Drama 

Yang paling special dari acara ini adalah, pengujung dapat mencicipi makanan makanan khas dari sulawesi secara gratis. Makanan khas sulawesi yang paling diminati adalah Coto Makassar yang khas dari Sulawesi Selatan.